Home Daerah Tiga Srikandi Sulsel di Pucuk Birokrasi Daerah

Tiga Srikandi Sulsel di Pucuk Birokrasi Daerah

74
0
SHARE
Tiga Srikandi Sulsel di Pucuk Birokrasi Daerah

MAKASSAR - Di tengah dinamika pemerintahan daerah, ada tiga sosok perempuan dengan segudang pengalaman menorehkan babak baru dengan menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah. Mereka adalah Suriani A Hamid di Pangkep, Armayani di Wajo, dan Andi Tenriawaru di Bone.

Masing-masing membawa jejak rekam birokrasi yang panjang dan mendalam sebelum akhirnya mencapai puncak karir dalam struktur administrasi daerah. Suriani A Hamid, SE, misalnya, ia yang pernah berkarier di Pemkot Makassar, memegang jabatan sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pemkab Pangkep.

Dalam berbagai kegiatannya, ia sering menekankan dukungan pemerintah daerah terhadap program kesejahteraan masyarakat, seperti bantuan penerbitan buku nikah bagi warga kurang mampu dan inovasi layanan kesehatan di RSUD Batara Siang Pangkep

Sementara Armayani, sebelumnya memimpin Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Wajo. Perjalanan karir mereka mencerminkan meritokrasi dan kedalaman pemahaman terhadap kompleksitas pemerintahan lokal.

Di Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, M.Si. tidak hanya menjalankan tugas sebagai Sekda sejak 2021, tetapi juga aktif turun langsung memantau program prioritas, seperti monitoring Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, memastikan implementasi kebijakan tepat sasaran.

“Sebagai Sekda, Armayani memiliki peran strategis dalam penyusunan kebijakan pemerintahan daerah dan koordinasi pelaksanaan tugas organisasi perangkat daerah,” demikian penjelasan mengenai fungsi vitalnya sebagai penghubung antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemangku kepentingan lainnya.

Keterlibatannya bahkan melampaui ranah birokrasi formal, seperti saat terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Daerah Wajo, menunjukkan kemampuan menjalin relasi yang luas untuk mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, di Kabupaten Bone, perjalanan menuju kursi Sekda penuh dengan transisi. Andi Tenriawaru, SP, M.Si resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas Sekda menggantikan Andi Saharuddin pada awal Januari 2026, setelah sebelumnya menduduki berbagai posisi strategis.

Kariernya yang moncer, terutama di era kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman, membawanya dari Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, hingga menjadi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan kemudian Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bone.

Pelantikannya yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati menandai awal babak baru bagi birokrasi Bone, dengan Tenriawaru membawa pengalaman hampir 26 tahun sebagai abdi negara untuk melayani kabupaten berpenduduk ratusan ribu jiwa tersebut.

Ketiga perempuan ini tidak hanya sekadar mengisi posisi; mereka menjadi penggerak utama dalam mesin birokrasi daerah. Dari memastikan transparansi informasi publik, mengawal program-program strategis, hingga menstabilkan pemerintahan pasca pergantian pejabat, peran mereka bersifat multidimensi.

Keberadaan mereka di pucuk pimpinan daerah menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan dalam birokrasi telah bergeser dari wacana menjadi realitas yang penuh tanggung jawab.

Dengan latar belakang yang kuat dan komitmen pada pelayanan publik, Suriani, Armayani, dan Tenriawaru tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga membentuk wajah pemerintahan yang lebih responsif, terhubung, dan akuntabel di wilayah masing-masing. (*/net)

Editor: Abi Ghifar