Home News Kunci Kemandirian Daerah: Kreativitas Kepala Daerah dalam Menggerakkan Ekonomi Lokal

Kunci Kemandirian Daerah: Kreativitas Kepala Daerah dalam Menggerakkan Ekonomi Lokal

76
0
SHARE
Kunci Kemandirian Daerah: Kreativitas Kepala Daerah dalam Menggerakkan Ekonomi Lokal

JAKARTA - Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menempatkan kreativitas dan keberanian kepala daerah sebagai faktor penentu utama.

Saat menjadi narasumber dalam talk show “Semangat Awal Tahun 2026” di IDN HQ, Jakarta, pada Rabu (14/1/2026), ia menegaskan bahwa kemandirian fiskal merupakan indikator fundamental keberhasilan suatu daerah.

“Keberhasilan suatu daerah itu adalah kemandirian fiskal. Jadi kalau kemandirian fiskal mereka kuat, keuangan daerah itu kuat, dia membuat program apa saja gampang, mau ide apanya (apa pun) itu, bisa [lebih mudah] dieksekusi,” ujar Mendagri.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan fiskal ini bersumber dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditopang oleh ekosistem usaha yang sehat.

Mendagri memberikan contoh nyata, seperti Kabupaten Badung di Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata, serta daerah seperti Timika dan Bojonegoro yang berhasil mengelola sumber daya alamnya secara optimal.

Namun, di sisi lain, masih banyak daerah yang tingkat PAD-nya rendah akibat sektor swasta yang belum berkembang, sehingga sangat bergantung pada belanja pemerintah dan transfer dari pusat.

Menghadapi disparitas ini, Mendagri mendorong adanya transformasi pola pikir dari para pemimpin daerah, dari yang sekadar fokus mengelola belanja menjadi aktif menciptakan sumber pendapatan baru.

Strategi utama yang ditekankan adalah dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Jadi berpikirlah lebih banyak, bagaimana nyari pendapatan. Ini membutuhkan kreativitas, salah satunya adalah mempermudah perizinan,” ujarnya.

Penyederhanaan perizinan ini dianggap sebagai prasyarat untuk menarik investasi dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

Selain itu, dialog yang intens dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha, termasuk Kadin dan asosiasi pengusaha, dinilai sangat penting untuk menggali potensi unik setiap wilayah dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Dengan pendekatan ini, daerah yang berhasil menjaga pendapatan tinggi dan mengelola belanja secara efisien akan tumbuh lebih cepat dan mandiri.

“Kalau bisa dia jaga pendapatannya itu tinggi, belanjanya bisa dihemat, otomatis daerah itu akan maju dan tidak tergantung [pada] pemerintah pusat,” tandasnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi visi untuk membangun ekonomi Indonesia yang kokoh, yang bertumpu pada kemandirian dan inovasi di tingkat daerah. (Kemendagri)

Editor: Abi Ghifar