Home Daerah Berkat Dukungan Gubernur Sulsel: Dua Siswi SMAN 1 Bantaeng Raih Medali Emas di Thailand

Berkat Dukungan Gubernur Sulsel: Dua Siswi SMAN 1 Bantaeng Raih Medali Emas di Thailand

38
0
SHARE
Berkat Dukungan Gubernur Sulsel: Dua Siswi SMAN 1 Bantaeng Raih Medali Emas di Thailand

MAKASSAR - Di tengah hiruk-pikuk kompetisi sains global, dua nama dari sebuah sekolah menengah di Kabupaten Bantaeng berhasil menyita perhatian juri internasional.

Zakiyah Mardani Ratu dan Maraya Rachma Sharlis, kedua siswi SMAN 1 Bantaeng itu, tidak hanya membawa pulang Medali Emas dari World Youth STEM Invention & Innovation 2026 di Bangkok, tetapi juga penghargaan khusus, Special Award for Social Impact & Humanity.

Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang lahir dari perhatian terhadap lokalitas dan kemanusiaan mampu beresonansi di panggung dunia. Mereka mempresentasikan sebuah terobosan berbahan dasar lokal berjudul “Veston TB: The Potential of Soursop Leaves (Annona Muricata L) as Nonmicroplastic Tea Bags in Preventing the Risk of Cancer.”

Karya tersebut mengolah daun sirsak menjadi kantong teh yang tidak hanya ramah lingkungan karena bebas mikroplastik, tetapi juga mengusung potensi pencegahan risiko kanker, sebuah solusi yang cerdas menyatukan kesehatan personal dan kelestarian bumi.

Kemenangan ini bukanlah sebuah prestasi yang instan, melainkan buah dari ekosistem pendukung yang solid. Di tingkat sekolah, semuanya berawal dari bimbingan intensif Herlina Wellang, S.Pd., M.Pd., dalam kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), serta kepemimpinan Kepala Sekolah Dr. Wahid Hidayat, S.Pd., M.Pd., yang konsisten menciptakan iklim akademik berorientasi prestasi tinggi.

Namun, jalan menuju Bangkok terbuka lebar berkat dukungan dan fasilitasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Dukungan inilah yang menjadi katalis, memungkinkan ide brilian dua siswi tersebut untuk diujikan di hadapan para pelajar dan inovator muda dari berbagai negara selama sepekan, mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2026.

Dalam sebuah seremoni yang dihadiri delegasi multinasional, penghargaan tertinggi itu diserahkan secara resmi oleh perwakilan Kedutaan Besar Malaysia dan President of the Philippine Youth Scientist Organization, Dr. Mutakhir Saeed Bhatti.

Juri menilai karya Zakiyah dan Maraya unggul karena kemampuannya mengintegrasikan sains, kesehatan, lingkungan, serta dampak sosial dan kemanusiaan dalam satu paket inovasi yang sederhana namun berdampak luas.

Atas keberhasilan ini, Kepala SMAN 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, menyampaikan penghargaannya yang mendalam.

“Kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, atas perhatian, fasilitasi dan dukungan penuh yang diberikan kepada siswa kami sehingga dapat mewakili Indonesia pada ajang internasional World Youth STEM Invention & Innovation 2026 di Bangkok. Dukungan Bapak Gubernur menjadi motivasi besar bagi anak-anak kami untuk tampil percaya diri dan membawa nama baik Sulawesi Selatan di tingkat dunia,” ungkapnya pada Senin, 2 Februari 2026.

Lebih lanjut, Wahid Hidayat menegaskan bahwa kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan inovasi pelajar, telah menjadi energi penggerak yang kuat.

“Tentu kami juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta Bapak Bupati Bantaeng beserta jajaran, atas dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan prestasi siswa di tingkat nasional dan internasional,” tuturnya.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika komitmen pemerintah daerah bersinergi dengan dedikasi guru dan kreativitas siswa, sebuah karya sederhana berupa kantong teh dari daun sirsak dapat menjelma menjadi duta yang mengharumkan nama Indonesia, membuktikan bahwa inovasi berkelanjutan dan penuh empati adalah bahasa universal yang diakui dunia. (*/hms)