MAKASSAR - Sebuah transformasi terjadi pada layanan transportasi publik yang menghubungkan Unhas Tamalanrea di Makassar dengan Fakultas Teknik Unhas di Gowa.
Pasca penghentian operasional Teman Bus Trans Mamminasata, Koridor 5 kini dihidupkan kembali oleh armada Trans Sulsel.
“Alhamdulillah sudah beroperasi kembali koridor 5 Trans Sulsel mulai Senin (12/1) kemarin,” ungkap Kabid Angkutan Jalan Dishub Sulsel, Setiawan.
Pada masa uji coba ini, penumpang masih bisa menikmati layanan secara cuma-cuma, namun suatu mekanisme tarif yang baru tengah dipersiapkan.
“Selama uji coba ini gratis, masih menunggu regulasi terkait masalah tarif,” tambahnya.
Meskipun gratis untuk sementara, wacana ke depannya adalah memberlakukan tarif sesuai standar lama, yakni Rp 2.000 untuk pelajar dan mahasiswa serta Rp 4.000 untuk penumpang umum, dengan metode pembayaran non-tunai yang akan bekerja sama dengan Bank Sulselbar.
Saat ini, tujuh unit bus bertugas melayani penumpang di koridor tersebut. Namun, Dishub Sulsel telah mencanangkan penambahan armada untuk meningkatkan kapasitas layanan.
“Sekarang 7 armada melayani penumpang di koridor 5. Nanti akan ditambah 8, jadi 15 untuk koridor 5 ini. Insyaallah bulan ini sudah ada tambahan armada itu,” jelas Setiawan.
Penambahan ini menjadi sinyal optimisme akan kemandirian dan peningkatan kualitas layanan transportasi publik pasca penghentian subsidi dari pemerintah pusat.
Di koridor lain, seperti Koridor 1 rute Panakkukang Square-Pelabuhan Galesong, layanan tetap berjalan normal dengan 12 armada. Namun, kisah berbeda terjadi di Koridor 2, yang mengalami penyesuaian operasional.
“Koridor 2 armada 7 memang. Tidak ada tambahan untuk koridor ini, karena load factor kecil. Bahkan koridor 2 ada pengurangan dari 12 menjadi sisa 7 armada,” paparnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan angkutan umum tidak hanya tentang penambahan armada, tetapi juga efisiensi berdasarkan analisis kebutuhan riil penumpang.
Peralihan pengelolaan ini pada dasarnya adalah upaya pemerintah provinsi untuk memastikan kontinuitas layanan publik yang vital.
Dengan mengambil alih operasional Koridor 5, Trans Sulsel tidak sekadar menggantikan, tetapi juga merevitalisasi rute yang menjadi urat nadi mobilitas ribuan mahasiswa dan masyarakat.
Komitmen untuk mempertahankan metode pembayaran yang praktis dan tarif yang terjangkau menunjukkan adanya kesadaran untuk tidak membebani pengguna.
Upaya ini, meskipun masih dalam tahap uji coba, mencerminkan langkah strategis menuju sistem transportasi terintegrasi yang lebih tangguh dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, di mana setiap koridor dikelola dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan permintaannya. (*/net)
Editor: Abi Ghifar













LEAVE A REPLY