Home Metro Strategi Makassar Menjawab Tantangan Banjir, Air Bersih dan Sanitasi

Strategi Makassar Menjawab Tantangan Banjir, Air Bersih dan Sanitasi

73
0
SHARE
Strategi Makassar Menjawab Tantangan Banjir, Air Bersih dan Sanitasi

MAKASSAR - Di hadapan mitra internasional dari World Resources Institute (WRI) Ruang dan Program Penelitian RISE (Revitalizing Informal Settlements and Their Environment) Indonesia, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menguraikan kompleksitas tantangan perkotaan yang dihadapi kota yang dipimpinnya.

Dalam wawancara singkat di Balai Kota Makassar pada Selasa (13/1/2026), Munafri, yang akrab disapa Appi, secara terbuka mengakui bahwa persoalan banjir, akses air bersih, dan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Ini adalah persoalan yang selama ini harus kita selesaikan bersama, terutama banjir, akses air minum, air bersih, dan sanitasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Appi mengatakan, “Makassar adalah kota yang terus tumbuh, tetapi memiliki keterbatasan ruang dan tantangan besar sebagai kota yang inklusif dan aman.”

Namun, salah satu titik terang dalam upaya mengurai masalah tersebut hadir dari Proyek RISE. Menurut Munafri, program ini dikembangkan melalui riset mendalam di kawasan permukiman informal di Kota Makassar ini adalah sebuah terobosan yang luar biasa.

Pendekatan RISE tidak berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi mentransformasi komunitas dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

“Hasil penelitian RISE membuktikan bahwa intervensi infrastruktur hijau di kawasan permukiman informal mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara signifikan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pembangunan rawa buatan dengan tanaman lokal yang berfungsi ganda sebagai sistem sanitasi komunal, pengelolaan air hujan, dan ruang publik hijau. Yang lebih penting, proyek ini menumbuhkan kesadaran kolektif.

“Kesadaran hidup bertetangga dan gotong royong tumbuh melalui sistem sanitasi komunal berbasis klaster,” lanjut mantan Bos PSM ini.

Keberhasilan RISE bahkan berkontribusi pada pengakuan global Makassar sebagai Kota Sehat oleh WHO pada 2025, dengan lokasi proyek menjadi salah satu indikator penilaian.

Kesuksesan ini menjadikan Makassar sebagai rujukan studi, menarik kunjungan dari berbagai kota dan perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, datang untuk mempelajari implementasi program ini. Termasuk kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi atas arahan Presiden.

Namun, di balik pencapaian itu, Munafri tetap realistis. Ia mengakui bahwa sistem penanganan banjir Makassar belum stabil dan mustahil diselesaikan sendiri karena keterkaitan ekosistem dengan daerah penyangga di sekitarnya.

Di sisi lain, upaya pemerataan akses air bersih melalui PDAM dan percepatan pembangunan sanitasi komunal terus digenjot sebagai pelayanan dasar yang berkeadilan.

Dengan semangat untuk mereplikasi keberhasilan RISE, Munafri menegaskan komitmennya membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan adanya program RISE, kami berharap Makassar tidak hanya menjadi kota yang ramah air, tetapi juga menjadi referensi global. Program ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Makassar, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Kota Makassar untuk dunia,” pungkasnya.  (hms)

Editor: Abi Ghifar